Friday, 7 September 2012
Saturday, 1 September 2012
Jika Kita Sayangkan Ibu & Ayah...
BACA DAN
RENUNGKAN...JIKA KITA SAYANGKAN IBU DAN AYAH KITA...
» Bila mak kata dia teringat, kita jawab kita sibuk sangat
» Bila ayah kata dia rindu, kita jawab nantilah hujung minggu
» Bila mak minta kita pulang, kita jawab kita belum lapang
» Bila ayah minta kita singgah, kita
jawab kerja kita belum selesai
» Bila hati kita terguris, kita kata “Mak memang tak pernah faham”
» Bila hati kita terhiris, kita kata “Ayah memang tak ambil kisah”
Tetapi
» Bila hati mak kita terguris, mak kata “Tak apa, dia masih muda”
» Bila hati ayah kita terhiris, ayah kata “Tak apa, belum sampai akalnya”
» Bila hati kita terguris, kita kata “Mak memang tak pernah faham”
» Bila hati kita terhiris, kita kata “Ayah memang tak ambil kisah”
Tetapi
» Bila hati mak kita terguris, mak kata “Tak apa, dia masih muda”
» Bila hati ayah kita terhiris, ayah kata “Tak apa, belum sampai akalnya”
» Bila kita menangis tanda lapar, mak berlari bagai
hilang kaki.
» Bila kita merintih tanda derita, ayah bersengkang mata bagaikan tiada lena
» Bila kita merintih tanda derita, ayah bersengkang mata bagaikan tiada lena
» Bila kita sedih kerana gagal, mak setia membekalkan
cekal
» Bila kita pilu kerana kecewa, ayah teguh berkata dia
tetap bangga
Fikir-fikirkanlah
sumber : lamanannur.blogspot.com
Kerana hati kamu buta disebabkan 10 perkara..."
Ibrahim bin Adham, seorang ahli tasawuf yang masyhur, dikerumuni orangramai semasa beliau ke Pasar Basrah. Ada di antara mereka bertanya, mengapakah doa mereka tidak dimakbulkan oleh Allah sedangkan mereka selalu berdoa kepada-Nya? Maka beliau menjawab, "Kerana hati kamu buta disebabkan 10 perkara..."
Thursday, 30 August 2012
Kepentingan Solat
Kepentingan Solat
Bukan Part Time
Bukan SomeTime
Bukan No Time
Mesti Buat Full Time
Mesti Buat On Time
Kalau Boleh Overtime
Sebab MATI Anytime
sumber : dakwah design
Tuesday, 24 April 2012
SAYYIDUL ISTIGHFAR
kiriman Elfianti Achyar
♥ SAYYIDUL ISTIGHFAR (INDUK ISTIGHFAR) ♥ ~*~
(Allahumma Anta Robbi, Laa Ilaaha Illa Anta, Kholaqtani wa ana abduKa, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, Audzubika min syarri maa shona’tu, Abu’u laka bi ni’matiKa ‘alaiyya wa abu’u laKa bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa Anta )
”Ya Allah Engkau adalah Robbku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau”.
Kapan membacanya?
"Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Syurga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Syurga." [HR. Al-Bukhari no.6306, 6323, Ahmad IV / 122-125, an-Nasa-i VIII / 279-280].
-Doa & Wirid-
Kandungan maknanya?
Ini adalah doa agung yang mencakup banyak makna : taubat, merendahkan diri kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala dan kembali menghadap kepada-Nya. Nabi Shalallahu ‘alahi wa Sallam menamainya sebagai Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar), yang demikian itu karena melebihi seluruh bentuk istighfar dalam hal keutamaan. Dan lebih tinggi dalam hal kedudukan.
Diantara makna sayyid adalah orang yang melebihi kaumnya dalam hal kebaikan dan yang berkedudukan tinggi dikalangan mereka.
Keutamaan doa ini dibanding bentuk istighfar yang lain adalah :
- Nabi Shallalahu ‘alahi wasallam mengawalinya dengan pujian kepada Allah dan pengakuan bahwa dirinya adalah hamba Allah sebagai makhluk ciptaan-Nya (penetapan Tauhid Ar Rububiyyah), Dan bahwa Allah adalah Al Ma’buud (sesembahan) yang haq dan tidak ada sesembahan yang haq selainNya. Maka Dia adalah satu-satunya yang berhak diibadah dan ini merupakan realisasi Tauhid Al Uluhiyyah.
- Pernyataannya bahwa ia senantiasa tegak diatas janji dan kokoh diatas ikatan berupa iman kepada Allah, kitab-kitab-Nya, seluruh nabi dan rasul-Nya. Menjalankan segenap ketaatan kepada Allah dan perintah-Nya. Ia akan menjalaninya sesuai kemampuan dan kesanggupannya.
- Kemudian dia berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’alaa dari seluruh kejelekan apa yang telah dia perbuat, baik sikap kurang dalam menjalani apa yang Allah wajibkan baginya yaitu mensyukuri nikmat-Nya ataupun berupa perbuatan dosa. Dalam hal ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menisbatkan keburukan kepada diri beliau sendiri,
bukan kepada Allah Ta’alaa dan ini merupakan bentuk cara beradab kepada Allah, meskipun kita yakin bahwa segala sesuatu baik yang baik maupun yang buruk semuanya berasal dari Allah dan karena takdirNya.
- Kemudian ia mengakui akan nikmat Allah yang terus datang beruntun dan anugerah-Nya serta pemberian -Nya yang tiada pernah berhenti.
- Dan dia mengakui atas dosa-dosanya, sehingga iapun lantas memohon ampunan kepada Allah Suhhanahu wa Ta’ala dari itu semua dengan segenap pengakuannya bahwa tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa kecuali Allah Suhhanahu wa Ta’ala.
Ini adalah paling sempurna apa yang ada pada sebuah doa. Kerana itu ia menjadi seagung-agungnya bentuk istighfar dan yang paling utama dan paling luas kandungan maknanya yang mesti akan mendatangkan ampunan bagi dosa-dosa.
Hanyalah yang mengucapkan doa ini dan menjaganya yang akan memperoleh janji yang mulia dan pahala serta ganjaran besar ini, karena ia telah membuka harinya dan menutupnya dengan penetapan Tauhidullah baik Rububiyyah-Nya dan Ululhiyyah-Nya. Dan pengakuan dirinya sebagai hamba yang siap menghamba dan persaksiannya terhadap anugerah dan nikmat Allah. Pengakuannya dan kesadarannya akan kekurangan-kekurangan dirinya dan permohonan maaf dan ampunan dari Dzat yang Maha Pengampun, diiringi dengan rasa tunduk dan rendah dihadapan-Nya untuk senantiasa patuh dan taat kepada-Nya. Ini semua merupakan cakupan makna yang utama dan sifat yang mulia yang ia buka dan tutup lembaran siangnya. Yang pantas bagi orang yang mengucapkan dan menjaganya mendapat maaf dan ampunan, terbebas dari neraka dan masuk syurga.
Wallahu a’lam bisshowab.
Kita memohon kepada Allah Yang Maha Mulia keutamaan dan anugerah-Nya.
(Lihat kitab Fiqhul Ad’iyyah wal adzkar II/17-20. As Syaikh Abdur Rozaq bin abdil Muhsin Al Badr. )
~*~
Sumber : Penjelasan by voa-islam
Sunday, 15 April 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)